Bitung – Sulawesi Utara, CakrawalaTimur.com – Momen bersejarah kembali terukir dalam kalender pendidikan Kota Bitung. Sebanyak 541 siswa dan siswi angkatan terakhir SMA Negeri 2 Bitung secara khidmat dan penuh sukacita melaksanakan rangkaian acara syukuran dan penamatan masa pendidikan menengah atas di halaman utama sekolah. Suasana kebahagiaan, kehangatan, dan rasa syukur mendalam menyelimuti setiap sudut lingkungan sekolah, dihadiri oleh ribuan hadirin yang terdiri dari para orang tua, keluarga dekat, tokoh masyarakat, para pendidik, tenaga kependidikan, serta para undangan yang turut berbagi kebahagiaan atas keberhasilan para siswa menuntaskan masa belajarnya, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kemeriahan acara yang luar biasa ini begitu terasa hingga berdampak pada arus lalu lintas di jalan raya utama tepat di depan gerbang sekolah. Kepadatan kendaraan dan antrean panjang sempat terjadi seiring membludaknya warga yang datang menyaksikan dan mengantar putra-putri mereka. Meskipun demikian, kondisi tersebut mendapatkan pemakluman dan pengertian yang luas dari masyarakat umum maupun para pengguna jalan lainnya. Hal ini disebabkan karena kegiatan penamatan merupakan agenda puncak pendidikan yang hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun, dan dipandang sebagai momen sakral yang layak dirayakan bersama sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan pendidikan anak bangsa.

Berdasarkan pantauan mendalam sejumlah awak media yang ditempatkan di lokasi sejak pagi hari, kegiatan ini berjalan dengan sangat tertib, terstruktur, dan penuh makna. Kehadiran pejabat tinggi pendidikan wilayah semakin melengkapi kemegahan acara, yakni Ibu Deby Mamangkey, S.Pd., MAP. selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Minut–Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Kehadiran beliau bukan sekadar simbol kehadiran pemerintah, melainkan bentuk nyata dari pengawasan, dukungan kebijakan, serta apresiasi langsung terhadap kinerja lembaga pendidikan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.

Dalam sambutan resminya yang disampaikan di hadapan ribuan hadirin, Ibu Deby Mamangkey menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran sekolah, guru, dan orang tua atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan selama tiga tahun mendampingi para siswa. Beliau menekankan bahwa penamatan bukanlah akhir dari perjalanan ilmu, melainkan gerbang pembuka menuju tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.

“Pendidikan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari angka kelulusan atau nilai akademik semata, melainkan terbentuknya karakter, akhlak mulia, dan kematangan kepribadian. Kepada seluruh 541 lulusan yang hadir di sini, saya berpesan dan menghimbau dengan sangat tegas: jagalah perilaku dan sikap di mana pun kalian berada. Hindari segala bentuk tindakan yang dapat meresahkan masyarakat, seperti berkendara secara ugal-ugalan, melakukan konvoi berlebihan, atau berkumpul secara berkelompok di luar sekolah dengan perilaku yang tidak terpuji,” ujar Ibu Deby dengan nada penuh harap dan wibawa.

Beliau juga menambahkan, “Teruslah melangkah maju melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja dengan bekal integritas dan etika yang telah kalian tanamkan di sini. Ingatlah selalu, nama baik almamater, kehormatan orang tua, dan harga diri kalian ada di tangan kalian sendiri. Jadilah agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan, bangsa, dan negara.”

Salah satu aspek yang menjadi sorotan publik dalam pelaksanaan acara ini adalah pengelolaan dana dan penyediaan fasilitas kegiatan. Awak media berkesempatan mewawancarai secara mendalam salah satu orang tua siswa yang juga menjabat sebagai anggota kepanitiaan khusus penggalangan dana. Beliau memberikan penjelasan rinci dan transparan mengenai mekanisme pendanaan yang diterapkan, guna meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di masyarakat.

“Perlu kami sampaikan dengan jelas, bahwa seluruh persiapan, perencanaan, hingga pengumpulan dana untuk kegiatan syukuran ini merupakan inisiatif murni, kesepakatan, dan kerja sama sepenuhnya dari kalangan orang tua siswa dan perwakilan siswa sendiri. Hal ini telah kami bahas, rapatkan, dan sepakati bersama jauh hari sebelum acara dilaksanakan, tanpa keterlibatan langsung, arahan, maupun pemaksaan dari pihak guru, kepala sekolah, maupun jajaran staf sekolah,” jelas beliau.

Dijelaskan lebih lanjut, “Berdasarkan kesepakatan bersama dan hitungan rinci, terkumpul dana sebesar kurang lebih Rp43.000.000 (empat puluh tiga juta rupiah). Jumlah ini bersumber dari partisipasi sukarela dan kesepakatan bersama orang tua dari total 541 siswa yang lulus. Seluruh dana tersebut kami kelola secara transparan dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk keperluan konsumsi, perlengkapan, dokumentasi, serta segala kebutuhan teknis guna kelancaran dan kemeriahan acara penamatan ini.”

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang merupakan perwakilan terpilih dari kalangan siswa, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kekompakan dan kerja sama seluruh pihak. “Atas nama seluruh panitia, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman, orang tua, guru, dan seluruh warga sekolah yang telah mendukung kami sehingga acara ini dapat terlaksana dengan begitu indah dan berkesan. Harapan kami, silaturahmi yang terjalin selama ini tidak terputus, dan mari kita sama-sama menjaga nama baik SMA Negeri 2 Bitung di manapun kaki kita melangkah nanti,” ucapnya penuh haru.

Di kesempatan terpisah, Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 2 Bitung, Bapak Maxi Awondatu, S.Pd., M.Pd., didampingi langsung oleh Ketua Komite Sekolah, Masry Kere, SE., memberikan pernyataan resmi terkait pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan wujud nyata sinergitas harmonis antara pihak sekolah, komite, orang tua, dan siswa. Pihak sekolah berperan memfasilitasi tempat, prosesi akademik, dan pengawasan norma, sedangkan pelaksanaan teknis dan pendanaan menjadi tanggung jawab bersama masyarakat sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan dukungan luar biasa dari para orang tua dan siswa. Kegiatan ini berjalan atas dasar musyawarah dan mufakat, serta senantiasa kami arahkan agar tetap berada dalam koridor aturan dan norma pendidikan yang berlaku,” ungkap Bapak Maxi Awondatu.

Menutup pernyataannya, beliau kembali menegaskan pesan utama kepada para lulusan. “Kepada adik-adik sekalian, lulus hari ini adalah kebanggaan kita semua. Lanjutkanlah cita-cita setinggi langit. Namun satu hal yang paling utama saya tekankan: jangan melakukan kegiatan kumpul-kumpul atau aksi kelompok di luar lingkungan sekolah setelah acara ini selesai. Jagalah perilaku dan citra diri, demi menjaga nama baik almamater SMA Negeri 2 Bitung yang kita cintai dan banggakan bersama selamanya,” pungkasnya dengan penuh wibawa.

(JG)