Sungaipenuh Cakrawala timur. com– Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali mewarnai Kota Sungaipenuh, Selasa (2/9). Sekitar 500 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Kerinci–Sungaipenuh turun ke jalan menyuarakan aspirasi.

 

Massa yang terdiri dari berbagai organisasi, seperti HMI, PMII, KAMMI, Forum Mahasiswa KIP Kuliah, dan sejumlah himpunan kampus lainnya, memulai perjalanan dari Lapangan Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka berjalan dengan tertib menuju Mapolres Kerinci sambil membawa poster dan spanduk bertema Restorasi Polri.

 

Setibanya di Mapolres, mahasiswa diterima langsung oleh Kapolres Kerinci AKBP Arya Brahmana. Hadir pula Bupati Kerinci Monadi, Wakil Wali Kota Sungaipenuh Azhar Hamzah, serta Sekda Alpian. Pertemuan ini berlangsung terbuka, memberi kesempatan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

 

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan pokok. Pertama, meminta aparat yang melindas Affan Kurniawan pada demonstrasi di Jakarta untuk diproses hukum. Kedua, menuntut pembebasan mahasiswa dan aktivis yang masih ditahan di sejumlah daerah. Ketiga, menolak segala bentuk kekerasan dan intervensi aparat terhadap masyarakat sipil.

 

Kapolres Kerinci AKBP Arya Brahmana mengapresiasi sikap tertib mahasiswa. “Kami mendengar dan menampung aspirasi yang disampaikan. Semua poin akan diteruskan ke tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menilai aksi damai tersebut sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap demokrasi. “Kritik dan tuntutan mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat,” kata Monadi.

 

Aksi berakhir sore hari dalam suasana kondusif. Setelah membacakan tuntutan, massa membubarkan diri dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan. (rvn)