Manado | Cakrawala Timur.com

Pemerhati media sosial dan budaya Sulut Maradia Jola memberi usulan pergantian nama RS ODSK menjadi nama tokoh kesehatan Provinsi Sulut yang pernah berjuang melayani masyarakat pada masa perjuangan dulu, Manado kamis 03-07-2025.

Maradia Jola mengharapkan agar Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus segera meninjau ulang pemberian nama RS ODSK dengan mengganti nama tersebut menjadi Rumah Sakit Marie Thomas,

“Mariah Thomas adalah tokoh dokter ahli asal Minahasa di zaman penjajahan Belanda yang terkenal dengan sebutan Marie Thomas” Ucap Maradia.

Ia adalah wanita Indonesia pertama yang menjadi dokter dan Marie Thomas lahir di Likupang Minahasa pada tahun 1896 atau yamg sekarang menjadi kabupaten Minut Sulawesi Utara.

“Dalam pendidikan Ia berhasil menyelesaikan pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) pada tahun 1922 dan menjadi dokter wanita pertama di Hindia Belanda” Ujar Maradia

Adapun beberapa poin penting tentang Marie Thomas wanita Indonesia pertama yang menjadi dokter dan menjadi pionir dalam dunia kedokteran Indonesia, khususnya di kalangan perempuan.

“Marie Thomas adalah lulusan sekolah kedokteran STOVIA dan

Ia menyelesaikan pendidikannya untuk pribumi di Batavia serta mendapat dukungan beasiswa” Ungkap Maradia Jola.

Marie Thomas mendapat dukungan beasiswa dari SOVIA (Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen) untuk melanjutkan pendidikannya.

Menjadi dokter wanita pertama di Hindia Belanda dan mendapat gelar “Indische Arts” yang ia raih serta menjadikannya wanita Indonesia pertama yang menjadi dokter di Hindia Belanda.

Salah satu keterlibatanya dalam organisasi pada waktu itu, Marie Thomas juga dikaitkan dengan organisasi PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya) yang didirikan oleh Maria Walanda Maramis.

“Selain Marie Thomas, ada juga Anna Adeline Warouw, seorang wanita Minahasa lainnya yang juga belajar di STOVIA dan menjadi sahabat dekat Marie Thomas” tutur Maradia Jola.

Mereka berdua sering disebut sebagai “Si Kembar” (de Tweeling) karena sama-sama menempuh pendidikan kedokteran di STOVIA dan dikenal sebagai pelopor dokter wanita di Indonesia asal tanah Minahasa.

 

(Marcel M)