Minahasa | Cakrawala Timur.com

Dugaan aktivitas mencurigakan terjadi di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh PT IPIP di Desa Tampusu, Kecamatan Romboken, Kabupaten Minahasa.

Dilokasi proyek resmi yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat Presiden Prabowo Subianto, awak media mendapati sebuah tangki transporter bermuatan BBM jenis solar yang diduga ilegal tengah melakukan penyaluran pada selasa 20-01-2026.

Peristiwa tersebut terpantau tim awak media di lokasi proyek sekolah rakyat tampusu, Saat dikonfirmasi di lokasi, pengawas proyek berinisial Yono justru menunjukkan sikap yang dinilai arogan dan tidak kooperatif saat tim media turun pada sabtu 24-01-2026.

Yono terkesan menghindari pertanyaan awak media serta menghalang-halangi upaya konfirmasi, bahkan diduga menutup-nutupi informasi terkait aktivitas penyaluran BBM di area proyek tersebut.

Alih-alih memberikan penjelasan, Yono mengarahkan awak media untuk berkoordinasi dengan pihak yang disebutnya sebagai humas proyek, yakni aris, yang diketahui bertugas sebagai petugas HSE (Health, Safety, and Environment).

Namun, saat dikonfirmasi terpisah, aris menegaskan bahwa hal tersebut bukan ranah dan kapasitasnya untuk memberikan keterangan sekaligus ia menyiratkan bahwa dirinya bukan humas proyek sebagaimana diarahkan sebelumnya.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat hingga saat ini tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi pengerjaan yang berlebel ratusan milyard itu.

Padahal papan proyek merupakan kewajiban dalam setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah sebagai bentuk transparansi publik, termasuk informasi nilai kontrak, sumber anggaran, serta pelaksana kegiatan.

Minimnya keterbukaan pihak pelaksana proyek, ditambah dengan dugaan penggunaan BBM solar ilegal yang sangat berpotensi mencoreng citra program strategis pemerintah pusat di sektor pendidikan, khususnya pembangunan Sekolah Rakyat yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IPIP maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi Awak media masih berupaya meminta keterangan lanjutan dari pihak berwenang, termasuk aparat penegak hukum dan instansi pengawas, guna memastikan legalitas aktivitas penyaluran BBM serta kepatuhan proyek terhadap aturan yang berlaku.

(Tim/Red)